Sikat Gigi Tidak Benar | Penderita Karies Cukup Tinggi Di Indonesia

BERBAGI

Tvsumsel – Palembang, Pepsodent brand perawatan kesehatan gigi dan mulut produksi PT Unilever Indonesia Tbk bekerjasama dengan persatuan dokter gigi Indonesia dalam (pdgi) dan asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) hari ini meresmikan dimulainya bulan kesehatan gigi nasional 2018 di rumah sakit gigi dan mulut Provinsi Sumatera Selatan Palembang

Edukasi ini dipercaya dan sangat bermanfaat bagi negara Indonesia termasuk termasuk Palembang sebagai Kota pelaksanaan BKGN 2018 yang pertama, mengingat jumlah penderita karies masih terbilang cukup tinggi. Di Indonesia, indeeks DFM-T (indeks untuk menilai status kesehatan gigi dan mulut dalam hal karies gigi permanen) ada 4,6. Artinya kerusakan gigi penduduk Indonesia mencapai 460 gigi per 100 orang. Di di Palembang indeks DMF-T ternyata mencapai 5,3. S Selain itu kebiasaan masyarakat untuk menyikat gigi Setiap hari dengan benar pun tercatat masih di bawah rata-rata, sehingga promosi pentingnya perawatan kesehatan gigi dan mulut perlu terus digalakkan

Menurut Mirza Rusli selaku Head of Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk. diadakan sejak tahun 2010 Pepsodent PDGI dan AFDOKGI memiliki komitmen berkelanjutan untuk mengedukasi, memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, sekaligus membiasakan masyarakat Indonesia merawat kesehatan gigi dengan menyikat gigi pada pagi dan malam hari, serta memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.

“Setiap tahunnya, kami selalu mengangkat berbagai tema menarik dan terkini. Tahun ini tema resiko gula tersembunyi terhadap kesehatan gigi dan mulut menjadi pilihan karena nyata masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa makanan atau minuman yang tidak manis sekali pun dapat mengandung pula penyebab gigi berlubang,” jelas Mirza

Sementara, terkait dengan konsumsi gula World health organization (WHO) menganjurkan bahwa asupan gula dari semua sumber makanan dan minuman tidak melebihi 50 gram per hari untuk dewasa dan 30 gram per hari untuk anak-anak. Namun sayangnya data survei konsumsi makanan individu (SKMI) Indonesia tahun 2014 menyatakan bahwa sebanyak 2,7% masyarakat Indonesia mengonsumsi gula harian melebihi batas rekomendasi tersebut. K konsumsi gula berlebih ini salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan kehadiran gula tersembunyi. Hal ini disampaikan Dr. drg Sri Hananto Seno, Sp.BM (K). MM selaku ketua PDGI

Menurut Seno, bawa masalah gigi berlubang atau karies seringkali digambarkan sebagai Empat Mata rantai yang saling berinteraksi yaitu host, yang terdiri dari gigi dan air liur mikroorganisme atau bakteri pada plak substrat atau asupan makanan dan waktu.

“Mengenai substrat, gula yang kita konsumsi diubah oleh mikroorganisme di dalam mulut sehingga kondisi pH mulut otomatis berubah menjadi asam dan proses karies pun terjadi. Selain substrat, faktor waktu juga penting diperhatikan karena berhubungan erat dengan berapa seringnya kita mengkonsumsi gula, termasuk gula tersembunyi. Namun, proses karies akibat gula ini dapat dikendalikan dengan lebih mewaspadai konsumsi gula dan menginstruksi waktu pembentukan karies dengan rutin menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, serta berkonsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali,” terang drg. Seno, Senin (18/09/2018) di gedung serbaguna Rumah Sakit Gigi dan Mulut Sumsel.

Pada tempat yang sama ketua AFDOKGI Dr. Nina Djustina, drg., M.kes menuturkan mengenai program BKGN 2018. “Cakupan pelaksanaan BKGN yang terus meluas sampai ke pelosok Indonesia menjadi penting karena merupakan contoh perwujudan Tri Dharma perguruan tinggi bagi para mahasiswa kedokteran gigi untuk dapat terjun langsung mengedukasi dan melayani masyarakat hingga ke daerah-daerah yang belum terjangkau tenaga medis di bidang kesehatan gigi,” ujarnya.

Menurut ia, Pepsodent PDGI dan AFDOKGI masyarakat Indonesia untuk hadir dan memanfaatkan fasilitas serta layanan yang dipersembahkan di BKN 2018 sehingga tujuan utama dari pelayanan program ini yaitu menciptakan senyum sehat keluarga Indonesia akan tercapai. Sebagai dukungan bagi pemerintah menuju Indonesia bebas karies tahun 2030. Jadwal pelaksanaan di setiap kota dan info lengkap bisa dapat melalui website konsumen Unilever.

Sebagai seorang spesialis gizi klinik dr. F Diana Suganda M.kes SpGK mengatakan. “Selama ini kita tidak menyadari bahwa konsumsi gula sehari-hari ternyata layaknya sebuah, gunung es. Makanan dan minuman yang ber Citra Rasa manis sebenarnya hanya sebagian kecil dari gula yang kita konsumsi, di luar itu, faktanya begitu banyak jenis makanan dan minuman tidak manis? namun mengandung gula tersembunyi yang menimbulkan berbagai risiko kesehatan termasuk gigi berlubang,” tutupnya.(Friliyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here