Dalam Tangis dan Doa, Jamaah Masjid Agung Palembang Bermunajat Memohon Hujan

BERBAGI

Tvsumsel – Palembang | Umat Islam menggelar Salat Istisqa atau salat sunah untuk memohon turunnya hujan di halaman Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) I Jayo Wikramo Palembang, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini diikuti para ulama, pejabat Pemerintah Kota Palembang, organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat umum.

Salat Istisqa tersebut menjadi ikhtiar spiritual bersama untuk memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi kehidupan manusia, hewan, serta tumbuh-tumbuhan.

Pelaksanaan salat dipimpin Al-Ustaz Kgs. H. Iskandar Hamdan sebagai imam sekaligus khatib. Sementara itu, doa bersama dipimpin Abuya Habib Umar Abdul Aziz Syahab.

Ketua Yayasan Masjid Agung SMB I Jayo Wikramo, Ir. Kgs. H. Abdul Rozak, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pejabat dan kepala dinas Pemerintah Kota Palembang, para ustaz dan ustazah, alim ulama, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga masyarakat umum.

Menurut Abdul Rozak, Salat Istisqa menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak istighfar, serta memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, “Melalui pelaksanaan Salat Istisqa ini, marilah kita memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Semoga doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Syarifuddin Yakkub menjelaskan tata cara pelaksanaan Salat Istisqa serta pentingnya memperbanyak istighfar, bertobat, dan memohon pertolongan Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Ia menerangkan bahwa Salat Istisqa memiliki tuntunan khusus, termasuk dalam pelaksanaan khutbah. Salah satunya, khatib membalikkan posisi selendang atau pakaian bagian luar sesuai tuntunan yang berlaku ketika berdoa pada khutbah kedua dengan menghadap kiblat.

KH. Syarifuddin juga mengajak jamaah untuk memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup, “Marilah kita memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Kita juga harus menyadari bahwa hujan merupakan rahmat yang sangat dibutuhkan oleh manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan,” ungkapnya.

Dalam khutbahnya, Ustaz Kgs. H. Iskandar Hamdan mengingatkan jamaah agar istighfar tidak sekadar diucapkan secara lisan, tetapi juga disertai penyesalan yang tulus atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

Ia mengajak seluruh jamaah meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta terus berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan sebagai rahmat bagi masyarakat, “Marilah kita beristighfar dan bertobat kepada Allah SWT, bukan hanya melalui ucapan di lisan, tetapi juga dengan hati yang penuh penyesalan atas dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Semoga Allah SWT mengabulkan doa-doa kita dan segera menurunkan hujan rahmat,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Abuya Habib Umar Abdul Aziz Syahab. Dalam suasana khusyuk, jamaah bersama-sama memanjatkan munajat kepada Allah SWT agar masyarakat diberikan rahmat, keberkahan, dan hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan.

Sejumlah jamaah mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan, disertai harapan agar permohonan yang dipanjatkan bersama dapat dikabulkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Palembang yang diwakili Asisten I, Kgs. M. Sulaiman Amin, sejumlah kepala dinas dan pejabat Pemerintah Kota Palembang, para ulama, serta masyarakat.

Pelaksanaan Salat Istisqa di Masjid Agung Palembang ini menjadi wujud ikhtiar spiritual umat Islam dalam menghadapi kebutuhan akan turunnya hujan. Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak pertobatan, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui doa dan ikhtiar bersama, masyarakat berharap hujan segera turun membawa kesejukan, keberkahan, dan manfaat bagi seluruh kehidupan.

Laporan: Mariyus | Editor: Markopik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here