
Tvsumsel – Palembang | Seorang sopir truk tronton pengangkut alat berat bernama Firmansyah, alias Ucok, dilaporkan melarikan diri dan meninggalkan armada yang dikemudikannya secara tidak bertanggung jawab. Ironisnya, truk tersebut ditemukan dalam kondisi tangki BBM kosong serta sejumlah peralatan penting seperti dongkrak dan kunci roda raib diduga telah dijual.
Kejadian bermula pada 23 September 2025, saat pelaku ditugaskan oleh pihak perusahaan untuk mengangkut satu unit excavator dari Jakarta menuju daerah Kayu Labu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Namun, dalam perjalanannya, pihak perusahaan mulai curiga karena durasi pengiriman memakan waktu yang tidak wajar.
“Pihak perusahaan terus aktif menghubungi pelaku via telepon untuk menanyakan kendala di lapangan, namun pelaku tidak merespons sama sekali,” ujar perwakilan HRD perusahaan berinisial “M” kepada wartawan di Palembang, Senin (6/10/2025).
Titik terang keberadaan armada baru ditemukan pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Truk tronton bermuatan alat berat tersebut ditemukan terparkir di Rumah Makan Alex Sepucuk, OKI. Sebelum menghilang, pelaku sempat mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp kepada “M”.
“Pak mohon maaf yg sebesak2nyo aku la dak sanggup lagi jalanke mobel ku tarok di rumah makan Alex. Sekali lagi minta maaf nn pak,” tulis pelaku dalam pesannya. Saat dikonfirmasi lokasi pastinya, pelaku menjawab singkat, “Rumah makan Alex Sepucuk pak,” sebelum akhirnya memutus komunikasi.
Setelah diperiksa, pihak perusahaan mendapati kondisi truk sangat memprihatinkan. Tangki BBM ditemukan dalam keadaan kosong. Selain itu, inventaris kendaraan berupa dongkrak dan kunci roda juga hilang, diduga sengaja dijual oleh pelaku. Uang jalan sebesar Rp22 juta yang diberikan perusahaan pun hingga kini tidak jelas pertanggungjawabannya.
Akibat perbuatan tidak bertanggung jawab ini, perusahaan mengalami kerugian materiil yang cukup besar, mencakup biaya operasional tambahan, biaya pencarian, hingga potensi hilangnya kepercayaan dari customer selaku pemilik barang.
Pihak perusahaan menegaskan tidak akan tinggal diam atas tindakan Firman. “Tindakan ini benar-benar menyusahkan perusahaan. Kami akan terus mencari pelaku hingga ketemu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” tegas “M”.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pengusaha logistik akan pentingnya pengawasan terhadap awak kendaraan guna menghindari kerugian serupa di masa mendatang.
Laporan : Meli Azhar


