PLN UID S2JB Tegaskan Kesiapan Jaga Pasokan Listrik dalam Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional

BERBAGI

Tvsumsel – Palembang | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) memaparkan kesiapan sistem, personel, dan teknologi dalam menjaga pasokan listrik pada Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Palembang. Forum yang mempertemukan Dewan Energi Nasional, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha sektor energi itu menjadi ruang untuk menyelaraskan langkah menghadapi dinamika geopolitik, memperkuat cadangan energi, serta mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Kesiapan itu disampaikan dalam Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional bertema “Akselerasi Kapasitas Publik dalam Pemahaman Kebijakan Energi Nasional (KEN), Isu Strategis, dan Cadangan Energi Nasional” di Palembang. PLN UID S2JB turut berpartisipasi dalam forum yang mempertemukan Dewan Energi Nasional (DEN), pemerintah daerah, akademisi, badan usaha, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan sektor energi tersebut.

Mewakili General Manager PLN UID S2JB, Manager Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) S2JB, Yanuardi Arief Budiyono, hadir sebagai panelis dan memaparkan kesiapan badan usaha dalam menjaga pasokan listrik di Sumatera Selatan. Ia menjelaskan, penguatan keandalan dilakukan melalui pemeliharaan dan pengembangan jaringan distribusi, digitalisasi operasi, pemantauan sistem berbasis data, serta peningkatan kesiapsiagaan personel menghadapi kondisi kontingensi, “PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik melalui inovasi, transformasi digital, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat memperoleh layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Yanuardi.

PLN UID S2JB dalam forum tersebut menegaskan bahwa menjaga pasokan listrik tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Kecepatan membaca kondisi sistem, ketepatan mengambil keputusan, kesiapan petugas, dan koordinasi antarlembaga turut menentukan keberhasilan penanganan ketika terjadi gangguan.

Sosialisasi dibuka oleh Anggota Dewan Energi Nasional, Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng. Ia menyebut energi sebagai fondasi pembangunan nasional sekaligus instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, pertahanan, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Johni, konflik geopolitik, perubahan harga energi, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi menuntut Indonesia memiliki kebijakan energi yang adaptif dan tangguh. Penguatan pemahaman publik terhadap kebijakan tersebut diperlukan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki arah yang sama, “Ketahanan energi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Semakin kuat kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula kemampuan Indonesia menghadapi tantangan energi di masa depan,” ujar Johni.

Dalam diskusi panel, Anggota DEN Unggul Priyanto membahas skenario ketahanan dan cadangan penyangga energi untuk mengantisipasi dampak konflik geopolitik. Ia menyoroti perlunya diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan penyangga, peningkatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, serta sistem mitigasi risiko untuk menjaga keberlangsungan pasokan.

Akademisi Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., CP., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., menekankan peran riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia dalam transformasi energi daerah. Sementara itu, Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan, Akhirul Jaya Wardana, S.T., M.Eng., memaparkan strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan energi dan mengembangkan energi terbarukan.

Beragam pandangan dalam forum menunjukkan bahwa tantangan energi tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi. Penguatan cadangan energi, diversifikasi sumber, pengembangan energi terbarukan, efisiensi, dan keandalan infrastruktur memerlukan pembagian peran yang jelas serta kolaborasi berkelanjutan.

Bagi PLN UID S2JB, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan arah kebijakan nasional dapat diterapkan sampai pada tingkat operasional. Dengan sistem yang semakin terdigitalisasi, personel yang siaga, dan koordinasi yang kuat, PLN UID S2JB menyatakan siap mengambil bagian dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

(Ika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here